Pernah nggak, waktu jalan di mall terus ketemu kakak cantik mirip Maria Ozawa dan lo pengen kenalan tapi malu atau pas lagi main di Timezone nggak sengaja liat gue lagi berusaha ngedapetin boneka panda dari mesin permainan dan lo bingung gimana caranya nyapa gue?
Banyak yang bilang kalau tampang berjalan selaras dengan wajah. Artinya, cakep wajah cakep pula otaknya. Pola pikir ini sangat simple tapi juga sangat kuat efeknya. Itu semua adalah HALO EFFECT. Sebuah prasangka psikologi dimana menyimpulkan sesuatu berdasarkan penampilan luarnya. Seperti seorang host berpenampilan menarik, dengan jas dan senyum yang menawan sering dianggap sangat ramah. Ini adalah kesan pertama yang didapat seseorang saat melihat Choky Sitohang. Padahal kita belum tau dianya orang bagaimana, tapi dengan Halo Effect kita mendapatkan gambaran awal yang membuat kita secara otomatis berpikir kalau Choky adalah orang baik. Padahal belum tentu juga Choky orangnya baik.
Dengan Halo Effect, kita dapat memberikan sebuah kesan pertama yang membuat orang lain lebih mudah menerima persepsi kita. Contohnya lagi, seseorang yang taat beragama dan sering pergi ke masjid suatu hari berceramah didepan publik soal masalah moral. Tentunya warga yang hadir disitu akan lebih mudah menerima inti pembicaraannya ketimbang apabila seorang preman yang biasa malakin warga di gang V datang untuk bicara soal masalah moral. Maksud gue, bego aja mo dengerin preman ngebacot.
Seperti yang dibahas diatas. Halo Effect sepenuhnya berasal dari tampilan luar seseorang. Itu artinya orang ganteng memiliki peluang lebih besar dalam bersosialisasi ketimbang orang bertampang pas-pasan. Lebih banyak menerima bantuan dan lebih mudah opini-nya diterima publik.
Mungkin buat elo semua yang merasa diri jelek, dalam hati pasti bilang, "DAMN! Bullshit! Gue jelek tapi pacar gue model! Berarti gue juga punya HALO EFFECT dong!" iya, benar, Halo Effect lo juga ada. Tapi agak oleng sedikit ke arah yang negatif.
Ini semua bukannya tanpa sebab. Halo Effect merupakan sebuah prasangka psikologi. Makanya dengan sadar maupun tanpa sadar subconscious lo itu udah ngerancangnya baik-baik soal Halo Effect lo sendiri. Tanpa sadar, lo yang niat mau kenalan sama kakak Maria Ozawa tadi pasti tanpa sadar mulai berpikir, "Widih cakep banget ni kakak, pasti pintar, belanjaannya banyak, pasti orang kaya," itu semua adalah Halo Effectmilik si kakak Maria Ozawa.
Bagaimana? Cukup menarik bukan? Bisa dibilang Halo Effect ini adalah sihir modern yang dapat memanipulasi otak manusia semaunya. Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi faktor utama Halo Effect.
1. Iklan di Media Massa
Kebanyakan iklan pembersih wajah di TV selalu mendatangkan model-model cantik. Ga ada tuh ceritanya Dijah Yellow atau Elly Sugigi yang jadi bintang iklan pembersih muka POND'S. Apalagi Mimi Peri. Ini semua membuat otak kita menciptakan suatu replika dimana cantik = harus putih/punya wajah yang rupawan sehingga kita cendrung menilai perempuan dari satu sisi saja.
2. Film
Ada berapa banyak film yang pernah lo tonton? Pasti banyak. Dari film aksi sampai drama, mayoritas pemainnya adalah orang cakep semua. Nyesek juga kalo nonton Fast and Farious jika Mimi Peri ikut main sebagai pengganti Dominic Toretto. Bisa-bisa filmnya nanti berubah dari film aksi jadi film gak jelas asal usulnya. Sekali lagi otak kita direfleksi dengan penampilan Dom yang maskulin. Luar biasa sih menurut gue. Dengan ini kita jadi berpikir kalo macho = kekar/otot gede
Memang tanpa sadar sebenarnya kita sendiri yang menentukan standar HaloEffect kita. Jadi kalo lo tiba-tiba mau ngedeketin cewek cakep tapi malu, berarti Halo Effect lo yang ketinggian. Mungkin dengan sering bergaul dengan cewek-cewek, ya, sebutlah below average berdasarkan urutan tampang, lo bakalan bisa menurunkan sedikit level standar Halo Effect lo.
artikel terkait:
Bagi kalian yang sekarang berpikir Halo Effectmerupakan sesuatu yang menyebalkan (khususnya mereka yang merasa diri jelek) inilah beberapa hal manfaat dari Halo Effect:
1. Mendapat uang lebih banyak ketimbang orang biasa.
2. Memiliki pekerjaan mumpuni yang bisa bikin cepat kaya.
3. Punya lebih banyak teman.
Sekarang timbul sebuah pertanyaan dalam otak lo, "Gimana biar bisa memiliki HALO EFFECT?" berhubung gue orang baek, berikut cara-cara mempertebal Halo Effect lo:
1. Punya Kesamaan
Apa yang membuat kita sama? Ya, kesamaan. Sama-sama punya hobi main basket, sama-sama suka naik gunung, sama-sama suka nikung pacar teman, itu semua merupakan hal-hal kecil yang dapat membuat Halo Effect lo lebih kentara ketimbang mereka yang biasa-biasa. Jadi, semakin banyak kesamaan lo dengan banyak ORANG KEREN sekaligus, semakin cepat Halo Effect lo tumbuh.
2. Apa Yang Membuat Mereka Senang?
Gue ga minta lo untuk nipu diri sendiri dengan melakukan sesuatu yang lo benci. Bukan, bukan itu maksudnya. Apa yang membuat lo senang? Ada kesamaan dengan mayoritas disekitar lo? Kalo ada silahkan bertindak. Usahakan jadi yang paling menonjol diantara mereka semua. Dengan begitu tanpa mereka sadari mereka jadi lebih respect sama lo.
3. Penampilan
Penampilan. Inti dari semua ini adalah seberapa menonjolnya elo dibanding orang-orang biasa. Gak perlu berlebihan dengan make jas kemana-mana, cukup ikuti style yang lo suka dan campurin dengan beberapa hal yang lagi ngetrend sekarang.
Gue rasa itu aja. Tapi PENTING perlu diingat! Ini adalah Halo Effect, sebuah kesan pertama yang hanyalah, ya, kesan pertama doang. Setelah lo berhasil dapet yang lo inginkan berarti lo mesti mutar otak gimana caranya memepertahankan kesan lo itu. Kalo ga bisa dipertahankan ya kalau gitu ga usah deh. Sebuah trik memang dibutuhkan untuk mengejutkan orang-orang tapi bagaimana kita mempertahakan kejutan itu adalah pertanyaannya.







0 komentar:
Posting Komentar