CERITA LUCU, SERTA KEJADIAN SEHARI-HARI SEPUTAR PEMUDAAN. TOLONG JANGAN TERLALU BERHARAP.

Jumat, 09 Juni 2017

CERITA LUCU: CINTA PANDANGAN PERTAMA ALKISAH (part 2)

Pesawat pun lepas landas sepuluh menit kemudian. Pesawat kami lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta dan akan tiba di Changi International Airport dalam waktu sejam. Selama perjalanan gue masih sangat menyangkan earphone gue yang rusak. Mungkin sekarang harusnya gue udah dengerin lagu atau nonton film.
BACA PART 1 DISINI

Tapi lihat sisi positifnya, berkat earphone gue rusak, gue ga jadi nonton film. Karena ga jadi nonton film, gue bisa ngelirik terus kearah gadis cantik disebelah gue. Dia lagi asyik main sebuah game quiz. Batik memang menyediakan sebuah in-flight entertainment system, jadi ga heran masing-masing orang sibuk dengan kegiatannya sendiri-sendiri.

Pembawaan gadis ini dewasa dan tenang. Mungkin sekiranya dia dua tahun tiga tahun diatas gue. Gue yang sejak tadi ngelirik kearah dia tiba-tiba ketahuan. Dia melihat kearah gue sebentar lalu balik lagi ke layar didepannya.

“Minta tolong ambilin earphone dalam tas gue, dong.

Gue tanpa pikir panjang langsung buru-buru ngambil tas dia yang berada didekat kakinya. Ya ampun Tuhan! Baik banget ni cewek. Apakah dia sadar kalau saat ini gue juga mau nonton film? Atau, karena dia juga mau nonton film makanya dia nyuruh gue ambil earphone? Berarti, kita nonton film satu layar dong! Menggunakan earphone yang sama, gue pake sebelah kiri dia sebelah kanan, ya ampun, ternyata hidup memang seindah drama Korea!

Tapi, itu hanya sebatas ekspetasi gue. Setelah gue menemukan earphone-nya lantas apa yang dia lakukan adalah ngucapin terimakasih lalu nyolok earphone ke layar dan make sendiri. Hmm anjay juga ni cewe.

Tapi jangan begitu, bro. Niat baek mendatangkan hasil yang baek pula. Relax, pasti masih ada banyak kesempatan lainnya.

Ga kerasa waktu udah lewat tiga puluh menit. Makanan pesawat juga udah dibagikan. Gue menyantap habis makanan serta minuman dan kembali main game shooting di layar.

Mendadak cewek di sebelah gue berdiri lalu bilang, “Ah, permisi, ya, gue mau ke toilet.” Gue tentu saja memberika dia jalan untuk lewat, diwaktu yang sama, ada sebuah pilihan terpampang didepan mata gue.

Gue temenin, ya?” pilihan ini bunuh diri namanya. Gue bisa ditendang keluar dan terjung bebas dari ketinggian beberapa ribu kaki kalau gue milih pilihan koplak gini.

Mungkin karena roti coklat yang barusan gue makan makanya gue jadi rada-rada sinting. Gue menggeleng. Pasti ada pilihan yang lebih baik lagi. Dia pun segera berjalan kebelakang dan pergi ke toilet. Kini tinggal gue dan emaknya, ada ruang kosong diantara kami dimana itu adalah kursi si cewek tadi. Dari tadi Ibunya serius nonton film. Gue kurang inget film apa tapi gue inget betul kejadian selanjutnya yang menimpa gue.

Kembali sebuah pilihan muncul didepan gue. “Tante, itu tadi anaknya, ya?” pertanyaan konyol. Udah obvious banget itu anaknya. Gue mencoret pilihan itu dan pilihan lain muncul. “Kak, berdua aja sama adeknya?” hm masuk akal sih. Terkesan menggoda dan polos. Gue cobain deh.

“Kak, berdua aja sama adeknya?” tanya gue sambil menoleh kearahnya.
“Iya, nih, semuanya lagi sibuk jadi cuman kita berdua, deh. Eh, kok kamu tahu aku kakaknya?”

JANGAN BOONG LU VANGKE! Jelas-jelas lo keliatan tua banget! Ni nenek peyot boong ni pasti. Ga mungkin itu adeknya. Tunggu dulu, kalo itu benar adeknya berarti berapa umur cewek yang gue naksir? Tapi gue ga boleh langsung percaya. Harus dikonfirmasiin dulu.

“A-Ah.. Iya.. Haha. Kebetulan aja.” Gue nunduk-nunduk ga berani lihat matanya.
“Gitu toh. Kamu kuliah atau apa?”
“Masih SMA, Kak.”
“Muda dong berarti haha.”

Ya iyalah muda. Mana ada anak SMA yang ubanan dan kesekolah bawa-bawa tongkat kayu. Ni nenek peyot ga betul nih. Ada yang aneh sama dia.

“Kakak ke Singapore ngapain? Buat holiday aja, ya?” najis gue manggil lo kakak.
“Kalo aku sih buat ngurus kerjaan.”
“Oh, terus kalo kakak yang tadi? Kerjaan juga?”
“Iya, kerjaan juga,” lalu sebuah kalimat sakti mantra guna keluar begitu saja dari mulutnya bersamaan dengan kembalinya si cewek cantik dari toilet. “Sekalian dia mau ketemuan sama suaminya.

Seperti di film-film, kalimat-kalimat itu menggema dalam kepala gue seperti; Suaminya… suaminya… suaminya… suaminya… nya… nya… nya…

“Suami aku kenapa?”
Gue muter kepala pelan-pelan untuk menatap si cewek cantik. GULP. Apa ini yang namanya kawin muda?

Setelah kejadian itu akhirnya gue diajakin ngobrol sama mereka berdua sampai kita mendarat di Changi. Tentu saja, topik pembicarannya adalah soal si suami misterius. Suaminya merupakan co-worker si cewek cantik, dan dia udah setahun stay di Singapore. Gue ga habis pikir. Bisa-bisanya gue jatuh cinta pada pandangan pertama sama tante-tante yang umurnya sama kayak sepupu-sepupu gue yang udah pada tunangan.

Ini ga beres nih. Yang beginian ga boleh terjadi.

Pesawat akhirnya mendarat. Kami bertiga keluar dari pesawat barengan. Lalu berpisah di depan toilet karena si nenek peyot harus ke toilet sementara keluarga gue udah di tempat ambil bagasi. Gue ingat senyum hangat si cewek cantik itu. Dia sempet bilang, “Kapan-kapan, kita ketemuan lagi, ya?” Entah apa yang membuatnya berkata begitu tapi yang pasti udah ga ceritanya gue mau ketipu dua kali sama tante-tante.

Sialan. Body abg jiwa tante-tante.

Kita ga tukeran nomor telpon dan gue langsung nyusul keluarga gue yang udah duluan ditempat bagasi. Selama perjalanan gue ke tempat bagasi, apa yang terlintas dibenak gue waktu itu adalah sialan, sialan, sialan, sialan, SIALAN!

Tapi pada akhirnya gue berhasil nikmatin liburan di Singapore bersama keluarga dan sepupu-sepupu gue. Gue udah ga tau lagi gimana nasibnya kedua tante-tante itu setelah kami berpisah di bandara. Saat nonton kembang api tahun baru dan melihat pasangan-pasangan muda disekitar gue ciuman pas count down masuk tahun baru 2016 dan itu membuat gue barandai-andai. Apakah kalo waktu itu gue minta nomor si cewek cantik gue bakalan ada kesempatan? Yakali aja dia butuh selingkuhan atau simpanan. Tapi akal sehat menolaknya mentah-mentah. Masih banyak ikan di laut. Ga perlu juga menghayal sesuatu yang jelas-jelas diluar logika. Kadang cinta itu membuatakan.

Sekarang kembali ke tahun 2017 dimana status gue adalah calon mahasiswa baru. Mungkin si cewek cantik udah punya anak, mengingat itu adalah kejadian dua tahun yang lalu. Sementara si nenek-nenek peyote mungkin sudah dialam sana dan memperhatikan gue yang sekarang lagi nulis cerita ini. Peace nenek. No hard feeling.


Tujuh kata untuk mengakhiri cerita kali ini. Hidup memang ga pernah seindah drama Korea.
Share:

1 komentar:

  1. http://pelangimerah99.blogspot.com/2017/11/status-darurat-karhutla-jambi-resmi.html
    http://pelangimerah99.blogspot.com/2017/11/temukan-31-paket-sabu-polisi-buru-wakil.html
    http://pelangimerah99.blogspot.com/2017/11/temukan-31-paket-sabu-polisi-buru-wakil.html

    Tunggu Apa Lagi Guyss..
    Let's Join With Us At Pelangikita.com ^^
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami
    - BBM : D8C5975D
    - WHATSAPP : +855 98 874 349
    - LINE : poker_pelangi

    BalasHapus

Januari Tujuh

CERITA LUCU, SERTA KEJADIAN SEHARI-HARI SEPUTAR PEMUDAAN. TOLONG JANGAN TERLALU BERHARAP.

Top Kategori