Pesawat
pun lepas landas sepuluh menit kemudian. Pesawat kami lepas landas dari Bandara
Soekarno-Hatta dan akan tiba di Changi International Airport dalam waktu sejam.
Selama perjalanan gue masih sangat menyangkan earphone gue yang rusak. Mungkin
sekarang harusnya gue udah dengerin lagu atau nonton film.
BACA PART 1 DISINI
Tapi
lihat sisi positifnya, berkat earphone gue rusak, gue ga jadi nonton film.
Karena ga jadi nonton film, gue bisa ngelirik terus kearah gadis cantik
disebelah gue. Dia lagi asyik main sebuah game quiz. Batik memang menyediakan
sebuah in-flight entertainment system, jadi ga heran masing-masing orang sibuk
dengan kegiatannya sendiri-sendiri.
Pembawaan
gadis ini dewasa dan tenang. Mungkin sekiranya dia dua tahun tiga tahun diatas
gue. Gue yang sejak tadi ngelirik kearah dia tiba-tiba ketahuan. Dia melihat
kearah gue sebentar lalu balik lagi ke layar didepannya.
“Minta
tolong ambilin earphone dalam tas gue, dong.”
Gue tanpa pikir panjang
langsung buru-buru ngambil tas dia yang berada didekat kakinya. Ya ampun Tuhan!
Baik banget ni cewek. Apakah dia sadar kalau saat ini gue juga mau nonton film?
Atau, karena dia juga mau nonton film makanya dia nyuruh gue ambil earphone?
Berarti, kita nonton film satu layar dong! Menggunakan earphone yang sama, gue
pake sebelah kiri dia sebelah kanan, ya ampun, ternyata hidup memang seindah
drama Korea!
Tapi, itu hanya sebatas
ekspetasi gue. Setelah gue menemukan earphone-nya lantas apa yang dia lakukan
adalah ngucapin terimakasih lalu nyolok earphone ke layar dan make sendiri. Hmm
anjay juga ni cewe.
Tapi jangan begitu, bro.
Niat baek mendatangkan hasil yang baek pula. Relax, pasti masih ada banyak
kesempatan lainnya.
Ga kerasa waktu udah
lewat tiga puluh menit. Makanan pesawat juga udah dibagikan. Gue menyantap
habis makanan serta minuman dan kembali main game shooting di layar.
Mendadak cewek di
sebelah gue berdiri lalu bilang, “Ah, permisi, ya, gue mau ke toilet.” Gue tentu
saja memberika dia jalan untuk lewat, diwaktu yang sama, ada sebuah pilihan
terpampang didepan mata gue.
“Gue temenin, ya?”
pilihan ini bunuh diri namanya. Gue bisa ditendang keluar dan terjung bebas dari
ketinggian beberapa ribu kaki kalau gue milih pilihan koplak gini.
Mungkin karena roti
coklat yang barusan gue makan makanya gue jadi rada-rada sinting. Gue
menggeleng. Pasti ada pilihan yang lebih baik lagi. Dia pun segera berjalan
kebelakang dan pergi ke toilet. Kini tinggal gue dan emaknya, ada ruang kosong
diantara kami dimana itu adalah kursi si cewek tadi. Dari tadi Ibunya serius nonton
film. Gue kurang inget film apa tapi gue inget betul kejadian selanjutnya yang
menimpa gue.
Kembali sebuah pilihan
muncul didepan gue. “Tante, itu tadi anaknya, ya?” pertanyaan konyol. Udah
obvious banget itu anaknya. Gue mencoret pilihan itu dan pilihan lain muncul. “Kak,
berdua aja sama adeknya?” hm masuk akal sih. Terkesan menggoda dan polos. Gue
cobain deh.
“Kak, berdua aja sama
adeknya?” tanya gue sambil menoleh kearahnya.
“Iya, nih, semuanya lagi
sibuk jadi cuman kita berdua, deh. Eh, kok kamu tahu aku kakaknya?”
JANGAN BOONG LU VANGKE!
Jelas-jelas lo keliatan tua banget! Ni nenek peyot boong ni pasti. Ga mungkin
itu adeknya. Tunggu dulu, kalo itu benar adeknya berarti berapa umur cewek yang
gue naksir? Tapi gue ga boleh langsung percaya. Harus dikonfirmasiin dulu.
“A-Ah.. Iya.. Haha.
Kebetulan aja.” Gue nunduk-nunduk ga berani lihat matanya.
“Gitu toh. Kamu kuliah
atau apa?”
“Masih SMA, Kak.”
“Muda dong berarti haha.”
Ya iyalah muda. Mana ada
anak SMA yang ubanan dan kesekolah bawa-bawa tongkat kayu. Ni nenek peyot ga
betul nih. Ada yang aneh sama dia.
“Kakak ke Singapore ngapain?
Buat holiday aja, ya?” najis gue manggil lo kakak.
“Kalo aku sih buat
ngurus kerjaan.”
“Oh, terus kalo kakak
yang tadi? Kerjaan juga?”
“Iya, kerjaan juga,”
lalu sebuah kalimat sakti mantra guna keluar begitu saja dari mulutnya bersamaan
dengan kembalinya si cewek cantik dari toilet. “Sekalian dia mau ketemuan sama
suaminya.”
Seperti di film-film,
kalimat-kalimat itu menggema dalam kepala gue seperti; Suaminya… suaminya… suaminya…
suaminya… nya… nya… nya…
“Suami aku kenapa?”
Gue muter kepala pelan-pelan
untuk menatap si cewek cantik. GULP. Apa ini yang namanya kawin muda?
Setelah kejadian itu
akhirnya gue diajakin ngobrol sama mereka berdua sampai kita mendarat di
Changi. Tentu saja, topik pembicarannya adalah soal si suami misterius.
Suaminya merupakan co-worker si cewek cantik, dan dia udah setahun stay di Singapore. Gue
ga habis pikir. Bisa-bisanya gue jatuh cinta pada pandangan pertama sama
tante-tante yang umurnya sama kayak sepupu-sepupu gue yang udah pada tunangan.
Ini ga beres nih. Yang
beginian ga boleh terjadi.
Pesawat akhirnya mendarat. Kami bertiga keluar dari pesawat
barengan. Lalu berpisah di depan toilet karena si nenek peyot harus ke toilet
sementara keluarga gue udah di tempat ambil bagasi. Gue ingat senyum hangat si cewek
cantik itu. Dia sempet bilang, “Kapan-kapan, kita ketemuan lagi, ya?” Entah apa
yang membuatnya berkata begitu tapi yang pasti udah ga ceritanya gue mau ketipu
dua kali sama tante-tante.
Sialan. Body abg jiwa
tante-tante.
Kita ga tukeran nomor
telpon dan gue langsung nyusul keluarga gue yang udah duluan ditempat bagasi.
Selama perjalanan gue ke tempat bagasi, apa yang terlintas dibenak gue waktu
itu adalah sialan, sialan, sialan, sialan, SIALAN!
Tapi pada akhirnya gue
berhasil nikmatin liburan di Singapore bersama keluarga dan sepupu-sepupu gue.
Gue udah ga tau lagi gimana nasibnya kedua tante-tante itu setelah kami berpisah di bandara. Saat nonton kembang api tahun baru dan melihat pasangan-pasangan muda disekitar gue ciuman pas count down masuk tahun baru 2016 dan itu membuat gue barandai-andai. Apakah kalo waktu itu gue minta nomor si cewek cantik gue bakalan ada kesempatan? Yakali aja dia butuh selingkuhan atau simpanan. Tapi akal sehat menolaknya mentah-mentah. Masih banyak ikan di laut. Ga perlu juga menghayal sesuatu yang jelas-jelas diluar logika. Kadang cinta itu membuatakan.
Sekarang kembali ke tahun 2017 dimana status gue adalah calon mahasiswa baru. Mungkin si cewek cantik udah punya anak, mengingat itu adalah kejadian dua tahun yang lalu. Sementara si nenek-nenek peyote mungkin sudah dialam sana dan memperhatikan gue yang sekarang lagi nulis cerita ini. Peace nenek. No hard feeling.
Sekarang kembali ke tahun 2017 dimana status gue adalah calon mahasiswa baru. Mungkin si cewek cantik udah punya anak, mengingat itu adalah kejadian dua tahun yang lalu. Sementara si nenek-nenek peyote mungkin sudah dialam sana dan memperhatikan gue yang sekarang lagi nulis cerita ini. Peace nenek. No hard feeling.
Tujuh kata untuk
mengakhiri cerita kali ini. Hidup memang ga pernah seindah drama Korea.






http://pelangimerah99.blogspot.com/2017/11/status-darurat-karhutla-jambi-resmi.html
BalasHapushttp://pelangimerah99.blogspot.com/2017/11/temukan-31-paket-sabu-polisi-buru-wakil.html
http://pelangimerah99.blogspot.com/2017/11/temukan-31-paket-sabu-polisi-buru-wakil.html
Tunggu Apa Lagi Guyss..
Let's Join With Us At Pelangikita.com ^^
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami
- BBM : D8C5975D
- WHATSAPP : +855 98 874 349
- LINE : poker_pelangi