CERITA LUCU, SERTA KEJADIAN SEHARI-HARI SEPUTAR PEMUDAAN. TOLONG JANGAN TERLALU BERHARAP.

Jumat, 09 Juni 2017

CERITA LUCU: CINTA PANDANGAN PERTAMA ALKISAH (part 1)

Menurut kabar yang beredar, katanya jumlah perempuan didunia lebih banyak ketimbang jumlah laki-laki. Jadi jangan heran kalau lo lagi jalan di mall atau pergi ke amusement park terdapat banyak cewek-cewek cantik sepanjang mata memandang. Ada sih yang jelek tapi ngapain juga dibahas. Cerita kali ini adalah sedikit cerita dari pengalaman nyata gue saat ketemu cinta pandangan pertama di tempat public. 


Laki-laki itu spesies imajinatif. Mudah kepikiran tapi malas mikir. Didunia ini ada banyak perempuan menarik yang pernah kita temui tapi gak berani ngajak kenalan. Perempuan-perempuan itu pun berlalu berubah jadi penampakan semata. Pasti sekali ketemu cewek yang lo rasain pas dan gak ngajak kenalan dan membiarkan dia berlalu pasti dalam benak lo mikir: Apa yang terjadi seandainya waktu itu gue berani nyamperin dia?

Tapi itu lagu lama. Ga ada ceritanya setelah lo berandai-andai tiba-tiba si cewek datang untuk ngasih kesempatan kedua sambil ngomong, "Eh, lagi mikirin gue, ya? Mau kenalan nggak?" ANJING kalo hidup emang semanis itu ga ada tu yang namanya jones-jones terdampar. Admit it, hidup tidak seindah drama Korea.

Mulai dari cewek cantik, manis, menarik, hot, ero, sampai cewek lucu pernah gue jadiin cinta pandangan pertama. Tapi hanya sedikit yang berani gue minta nomernya. Salah satu disekian banyak cewek tersebut, pernah ada cewek cantik yang duduk disebelah gue dan bisa dibilang gue rada-rada nyesal ga minta nomernya waktu itu.

Cerita dimulai saat gue sekeluarga akan pergi ke Singapore. Awalnya ada tiga pilihan, yaitu Thailand, Malaysia, atau Singapore. Dilihat dari sudut pandang gue, Singapore yang berpotensi memberikan sebuah pengalaman menarik dalam masa muda. Selain memiliki predikat Negara paling maju se-Asia tenggara, Singapore juga merupakan salah satu Negara paling tertib didunia. Buang sampah sembarangan denda, ngerokok sembarangan denda, godaiin bini orang pun denda. Tidak heran pemerintahnya cepat kaya, semua pelanggaran ada dendanya.

Tapi perjalanan menuju Singapore-lah yang membuat cerita kali ini menarik. Gue waktu itu bersiap untuk liburan tahun baru 2016 di Singapore dan kita naik maskapai Batik. Semua berjalan lancar sampai naik ke pesawat. Gue duduk di kursi bagian ujung dekat lorong kecil tempat orang lewat kesana-kemari, dan tiba-tiba dari arah depan seorang gadis dengan poni rata yang menutupi sebagian besar keningnya datang menghampiri gue. Posisinya saat itu gue lagi ngeluarin earphone dari kantong celana bagian belakang. Sehingga baru setengah doang yang keluar sisanya masih nyangkut didalam. 

Selayaknya seorang gentleman, gue buru-buru bediri dan ngasih jalan agar dia bisa masuk. Gadis tersebut tersenyum simpul kearah gue. Gue mati-matian nahan diri untuk tidak nyengir. Biasanya kalo saking senengnya kadang-kadang gue sulit membedakan mana yang namanya senyum sama nyengir-nyengir babi mirip Oji-san lolicon. Gue mengulas senyum terbaik gue waktu itu dan syukurlah, dianya juga merespon dengan baik.

Tapi sedetik kemudian tiba-tiba dia terkekeh kecil seraya menatap celana panjang gue lalu buru-buru menutup mulutnya dan mempersilahkan Ibunya masuk duluan agar duduk dekat jendela. Gue mikir, apa ada yang salah sama celana gue? Perasaan baru disetrika deh tadi pagi. Gue pun kembali duduk ke tempat semula dan tiba-tiba bunyi KREKEK mencuri perhatian kami bertiga. Apaan tuh? Masa iya ada tikus dipesawat? Gue nengok kiri-kanan, kebawah kursi gue, dan sama sekali ga menemukan apa-apa. Mereka berdua pun melakukan hal yang sama tapi hasilnya juga nihil.

Mungkin baut kursinya yang copot atau longgar pas gue duduk makanya menghasilkan bunyi aneh yang terserap telinga kami bertiga. Gue menyandarkan punggung kesandaran kursi dan menyilangkan kedua tangan gue. Benar. Ini adalah masa muda. Sudah sepatutnya nasib baek datang ke gue hari ini. Gue melirik gadis disebelah. Kalo Tuhan memberikan hadiah harus diterima. Tidak setiap hari anugerah segini besar muncul disekitar kita.

Gue pun senyum-senyum sendiri. Untunglah gue ganteng, jadi dianya ga terlalu heran-heran sendiri. Dari tempat gue duduk ada sesuatu yang rasanya nusuk-nusuk pantat. Seinget gue sih kursi pesawat Indonesia belum ada mode mainannya. Jadi apaan nih? Gue coba maju dikit tapi rasa nusuk-nusuknya juga masih belum ilang. Gue mundur malah lebih sakit. Gue pun bediri dan meraba-raba apa yang sebenarnya ada di tempat duduk gue. Ga ada apa-apa kok. Gue pun duduk lagi.

KRETEKTEK kali ini suaranya jadi lebih keras dari yang tadi. Kedua orang disebelah gue pun menoleh diwaktu yang nyaris bersamaan kepada gue. Heh? Bukan gue! Merasa dicurigai akhirnya gue pun mencoba untuk mengecek lagi. Gue berdiri dan meraba-raba kursi tempat gue duduk. Masih ga ada apa-apa.. 

"Itu, dicelana." kata si tante yang duduk dekat jendela.
Setelah ngecek kantung belakang gue sesuai instruksi tante ternyata itu adalah earphone gue yang kegencet pantat. Bedebah. Mana yang ngasih tahu si tante lagi. Gue buru-buru balik ke tempat duduk dan duduk bak anak ayam baru dimandiin. Gue menetap earphone penyot yang kabelnya muntah kemana-mana. Ternyata sial masih belum ninggalin gue.



Lanjut ke PART 2 disini
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Januari Tujuh

CERITA LUCU, SERTA KEJADIAN SEHARI-HARI SEPUTAR PEMUDAAN. TOLONG JANGAN TERLALU BERHARAP.

Top Kategori