Pernah ngga waktu di sekolahan dulu kalian dibuli seisi kelas hanya karena pemimpin geng di kelas kalian nyuruhnya begitu. Saat lagi mau ke kantin, kalian berpapasan dengan mereka dan akhirnya dikatain didepan semua orang termasuk adik-adik kelas yang lugu. Dikatain mulai dari kekurangan, pacar yang jelek, sampai beberapa masalah yang sama sekali ga ada kaitannya dengan kalian.
Kenapa mereka sekejam itu? Kenapa? Jangan pas lagi mikir gini kalian lagi ada di tingkat sekolahan terus datang sebuah ide gila, "Kebetulan banget gue lagi di tingkat dua belas, kira-kira kalo gue pura-pura bunuh diri mereka bakalan berenti ngebuli dan kasarin gue ngga?" Ya, bisa aja mereka langsung insaf setelah lo masuk rumah sakit. Mereka pasti akan jadi sahabat terbaik lo kaya di film-film. TAPI itu kalau masuk rumah sakit. Kalo ya masuk liang lahat gimana? Apa ga barabe urusannya?
Mungkin pas SD, SMP, atau SMA bahkan sampai kerja sekarang pun ada yang namanya haters yang selalu benci atau dendam sama kalian. Seseorang itu tampaknya membenci kalian dengan seluruh jiwa raga dan daging-daging sampai ketulang sumsum tapi bencinya seorang haters terkadang benci yang tidak memiliki alasan yang jelas.
Kesalahan terbesar seseorang saat dikatain seorang haters adalah mereka tertekan dan kemudian mulai memikirkan apa kekurangan diri mereka sendiri. Mereka mulai merasa ragu dengan impian mereka sendiri karena impian mereka bukannya mendatangkan kebaikan malah mendatangkan lebih banyak haters.
Tapi tergantung dengan kemampuan psikologi seseorang, ada yang termakan omongan haters lalu give up sama impian mereka atau ada yang menjadikan kata-kata haters sebagai motivasi. Saat seseorang menjadi haters terbesarmu, mau di kehidupan nyata atau di internet, hal pertama yang harus kalian pikirkan adalah ADA YANG SALAH DENGAN MEREKA bukan pada diri kalian.
Alasan pertama seseorang membenci kalian adalah biasanya mereka melimpahkan semua kekurangan mereka kepada kalian tanpa alasan yang jelas. Ada beberapa orang yang sangat malu untuk mengakui kekurangan mereka seakan-akan kekurangan mereka adalah aib hidup dan matinya. Mereka melimpahkan segala kekurangan mereka dengan menunjuk orang lain bak orang tersebut yang mempunyai kekurangan, bukan si haters.
Tapi kalau kita mengobservasi seorang haters sedikikt lebih lama, tidak butuh waktu seminggu untuk menyadari bahwa sebenarnya mereka-lah yang memiliki kekurangan tersebut. Dalam pembahasan lainnya ada hal lain yang menyebabkan orang lain membencimu yaitu perasaan insecure. Mereka belum siap menerima kenyataan bahwa kalian sepuluh kali lebih sukses ketimbang mereka dan merasa sangat tidak nyaman dengan hal tersebut.
Biasanya haters tipe insecure ini mereka sangat persuasif terhadap orang disekitarannya. Mereka akan menggunakan segala cara untuk menghasut semua orang untuk membenci kalian yang sedang menikmati kesuksesan.
Ada kalanya dimana teman dekat kalian sendiri tiba-tiba menjadi haters terbesar kalian. Apa penyebabnya? Rasa jealousy yang berlebihan? Perasaan insecure? Keduanya benar. Mereka sama sekali belum siap kalau kalian jadi orang sukses. Ceritanya waktu SMP kalian punya teman dekat. Kalian berdua merupakan orang terbego dikelas. Suatu hari, lo dapet nilai 80 pas ulangan seni budaya dan ini memotivasi lo buat bealajar lebih keras kedepannya. Di lain pihak teman dekat lo cuman bisa dapet 15. Mungkin dia bisa memaafkan kalau hanya sebatas dapat nilai 80 tapi masalahnya sekarang lo mulai belajar. Itu artinya status orang terbego di kelas sebentar lagi akan terlepas dari lo sementara si teman dekat akan tetap stay disana. Otomatis dia ga terima. Dia mulai menghasut teman-teman yang lain buat bilang kalo lo nyontek pas ulangan. Padahal ga bener. Disini titik baliknya dimana dulunya seorang teman dekat berubah jadi haters terbesar lo.
Pertanyaannya sekarang apa yang jadi penyebab seorang teman dekat bisa sangat membenci? Yup, rasa iri hati yang tak tertahankan. Dia cemburu ngeliat teman dekatnya sendiri sebentar lagi dapet predikat orang pintar. Dia takut kalau teman dekatnya bakal ninggalin dia kalau udah sukses nanti. Lah lalu apa hubungannya, anjing? Ya orang mau sukses ngapain lo halang-halangin? Orang tuanya aja yang udah ngasih makan ke dia dari kecil ga ada tuh ngelarang dia buat sukses lalu apa hak lo yang cuman sebatas teman dekat?
Apakah karena rasa solidaritas lo berbuat sejauh ini? Apa karena lo menjunjung tinggi persahabatan kalian lo berbuat sejauh ini? Bego dong berarti lo nya. Kalau seandainya teman lo yang mau sukses itu menyerah dan kembali pada lo dan dianya ga jadi sukses lalu hidupnya melarat berarti salah siapa dong? Disitulah kadang saya merasa sedih.
Banyak orang Indonesia yang belum siap ngeliat teman atau seseorang jadi sukses. Sebenarnya hal ini merupakan hasil didikan TV juga. Kalian ingat iklan atau sinetron-sinetron yang menampilkan emak-emak lagi ngerumpi pas beli sayur depan rumah, apa kalian ingat dialognya? Ya, mereka lagi bicaraiin si tokoh utama yang mendadak kerja di kantor pemerintahan dan sekarang hidupnya jadi sedikit lebih ringan. Tapi emak-emak ini ga terima. Si tokoh utama dikatain pake babi ngepet lah, pegi ke dukun, atau pake ajimatnya kera sakti. Apa kaitannya sama dia yang jadi kaya? Emak-emak ini mungkin hidup di tahun yang salah. Emak-emak ini baru saja mundur 200 ratus tahun dari sekarang dimana animisme masih bisa diterima publik dan masyarakat saat itu.
Sinetron ini baru saja menciptakan mindset penonton untuk jadi seorang haters. Kalo yang nonton emak-emak ya gue ga terlalu pusing tapi kalo yang nonton anak sekolahan gimana? Mereka akan jadi haters alay yang terkesan selalu memainkan peran antagonis setiap harinya.
Salah satu contoh kecilnya lagi adalah buka YouTube lalu cari videonya Demian Aditya pas tampil di Americas Got Talents. Yang komen kebanyakan orang Indonesia. Dan bisa ditebak mereka ngejatuhin nama Demian Aditya dengan menyebutnya tukang tipu. Katanya sulapnya itu hanya boongan dan jurinya udah disogok. Lalu apa kaitannya sama kalian? Demian udah susah-susah manggung ke Amerika buat mengharumkan nama bangsa eh lo nya malah ngebacot depan komputer. Yaelah terus kapan Indonesia majunya? Nunggu ayam kencing dulu baru lo insap? Sadar coeg! Udah 2017 harusnya kita berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. Masa dari tahun ke tahun cuman gitu-gitu aja.
Kalian bisa mulai dengan menghargai karya orang lain, mikir, kira-kira kalo kalian yang membuat karya itu terus dikatain karya lo jelek apa ga nyesek? Ubah pola pikir "Gue kena lo juga harus kena" jadi "Gue seneng lo juga harus seneng". Ga susah kan? Jadi mulai sekarang tobatlah. Tidak ada kata terlambat untuk bertobat.







bener banget gan... hahahaha setuju deh sama kamu...
BalasHapus