Indonesia. Sebuah Negara di Asia tenggara dengan populasi terbanyak. Terdiri dari berbagai macam etnis dari Sabang sampai Merauke. Ribuan pulau nan mempesona yang membacakan mata kita setiap harinya saat nonton iklan di TV.
Apakah ini? Ini adalah Indonesia. Tapi Indonesia yang sekarang bukanlah Indonesia yang kita kenal saat awal kemerdekaannya. Indonesia sudah jauh lebih modern, lebih banyak bangunan pencakar langit di Ibu Kota, dan tentunya lebih banyak orang suksesnya.
Sesuatu mengganggu. Sesuatu macam apa ini? Sesuatu, ah, bukan, sebuah noda hitam menodai beberapa titik di wilayah Indonesia. Apa noda hitam ini? Kenapa ada didalam peta Indonesia? Kenapa bukan di Thailand atau Malayasia.... Oh maaf. Nodanya ternyata lebih besar di Malaysia. Tapi apakah noda ini? Korupsi, pembunuhan, kelaparan, minimnya pendidikan di daerah tertinggal, apa ini semua yang menghambat Indonesia menjadi Negara maju?
Hihi Kurang lebih begitu jadinya kalau tiba-tiba gue memutuskan untuk menulis dengan style dramatik opera luar negeri. Lumayan bukan? Untuk opening sebuah film budget menengah gue rasa udah cukup. Baiklah, apa yang akan kita bahas sekarang adalah bagaimana caranya mengatasi kemiskinan di Indonesia. Langsung aja beberapa tips yang bisa kalian lakukan sebagai individu untuk memajukkan bangsa Indonesia;
Stop Hating Start Loving
Apa ga bosan tiap hari lo duduk depan layar meriksa karya orang lain? Wah, karyanya dia jelek nih, palsu! Hasil plagiat karya-karya besar orang luar! Puih! Cih, gitu aja berani diupload videonya, puih! Yaelah tong kapan Indonesia mau majunya kalo lo ngatain orang mulu. Lo kira enak dikatain? Ni gue kasih tau, anak lo dikatain anjing buduk ga bermoral pas lagi bikin postingan di kaskus, lo ga sengaja lewat terus liat komen pedas tersebut. Apa ga meledak pala lo? Pikirin juga perasaan keluarganya pas ketemu komen pedas tersebut saat anaknya lagi bikin postingan. Jangan kira cuman lo sendiri yang punya emak makanya seenak udel lo sendiri. Bahaya, lo bisa aja kena tabok emaknya kalo ketemu dijalan.
Mulai Lah Membaca
Zaman sekarang lebih banyak orang nonton kimochinisasi ketimbang baca buku. Gue akuin konten kimochi memang enak, tapi bukan berarti bisa setiap saat lo nikmatin. Mulai lah membaca! Sesungguhnya buku adalah jendela dunia. Dengan tahu dunia kalian bisa selangkah lebih maju ketimbang orang Asia tenggara yang lain.
Ciptakan Keberuntungan
Bekerja keras, itu kuncinya. Biar kata lo bedoa pagi siang malam sampai mulut lo bebusa pun kalo ga diikutin kerja keras Tuhan juga pastinya malas ngasih rezeki. Orang yang kerja keras aja masih diuji lah elo yang cuman depan TV nonton beharap punya mobil Lamborghini. Kalian tahu kenapa iklan mobil Lamborghini ga pernah ada di tv-tv Indonesia? Karena bakalan rugi merekanya. Mereka tahu, kemampuan daya beli orang yang kerjanya nonton TV tiap hari itu ga sebanding dengan mereka yang tipe produktifitasnya tinggi. Jadi, sadarlah, dan mulai bekerja!
Jadilah pemuda yang OPTIMIS
Putus cinta itu biasa, diomongin teman dibelakang itu juga biasa, jangan karena sedih akhirnya lo manjat tower listrik buat cari-cari sensasi, jangan. Itu namanya estupida. Gue pernah sekali waktu SD nonton orang yang pengen bunuh diri di TV. Di sebuah berita sore. Dari gue pulang main sampai Kusuka gue abis pun si pemuda masih belum loncat-loncat juga. Dia masih diatas tower listrik sambil merenungkan hidupnya. Gue mikir, apa ga dingin dia diatas sana telanjang dada sambil memandang matahari tenggelam. Mungkin karena view-nya bagus makanya dia keenakan. Warga dibawah yang udah ngumpul dari jam 4 sore juga perlahan kehilangan kesabaran. Gue masih nunggu selama setengah jam, tiba-tiba, sebuah mobil pemadam kebakaran datang dan akhirnya berhasil menolong pemuda tersebut. Gue ga kaget karena udah menduga hal seperti ini pasti terjadi. Saat pemuda itu selesai dibawa turun, reporter datang lalu bertanya, "Kenapa anda sampai tega mau bunuh diri?" Si pemuda pun menjawab, "Ya gimana ya. Saya udah ga tahan sama kehidupan ini. Pacar saya selingkuh. Kalau dikehidupan ini kita ga bisa bersama, mungkin dikehidupan selanjtunya ada harapan untuk kita berdua." sambil lihat ke kamera.
Harapan tengkuk lo. Yakali dia mikir dia bakalan jadi manusia lagi setelah reinkarnasi. Kalonya dia jadi lalat wc gimana? Jangan memaksakan pikiran irasional film-film Asia selatan kedalam otak kita. Jangan, efeknya sadis. Antara dua, kalau lo ga nari-nari setiap kali mau ke pasar, lo pasti nari-nari pas lagi jatuh cinta. Jadilah pemuda Indonesia, bukan pemuda drama Asia selatan yang suka nari-nari.
Gue kira itu aja untuk arikel kali ini, jangan lupa untuk tetap mempertahankan status kewarganegaraan Indonesia kalau tiba-tiba 1 dollar jadi 100 ribu, sesungguhnya presiden dan para menterinya tahu apa yang harus dilakukan. Dan tetap optimis dalam menjalani hidup!







0 komentar:
Posting Komentar