Identitas Bangsa.
Budaya barat menuntut agar sebuah peradaban di suatu benua agar menjadi sebuah peradabn lebih modern dari banyak aspek.Bisa dibilang budaya barat kini menjadi sebuah budaya yang global dan diketahui semua orang. Mulai dari industri film sampai jenis makanan semuanya dikuasai oleh weternisasi. Ada beberapa hal yang membuat westernisasi melejit selama beberapa dekade belakangan ini.
Karena mereka lebih kreatif dibanding orang Asia?
Karena mereka memiliki rupa yang lebih besar dan kuat dibanding orang Asia?
Semuanya nyaris benar. Westernisasi seolah menjadi sebuah hal yang lumrah di masyarakat kita dan bahkan banyak organisasi-organisasi masyarakat yang mulai merujuk pada budaya western yang sangat menarik. Gue secara pribadi suka dengan budaya-budaya barat terutama budaya Pop. Bukan hanya dengan musiknya tapi gaya hidup yang lebih western terkesan lebih masuk akal zaman sekarang. Diuumpakan seperti seorang anak SMA yang pergi ke sekolahan dengan sepatu tradisional yang bentuknya mirip ketupat. Dari bentuknya yang terkesan aneh orang-orang pasti akan merasa lucu. Dan terlebih lagi menyedihkan. Tentu saja terkesan menyedihkan. Maksud gue, bodoh aja, zaman udah maju ngapain mesti maksaiin diri buat jadi miskin?
Tapi disini letak kesalahan kebanyakan pola pikir orang Indonesia. Simple berarti miskin, mewah berarti kaya. Budaya barat menganjurkan sebuah pola model berpikir yang bisa dibilang serba praktis. Dengan membeli makan cepat saji kita bisa meringkas waktu yang tadinya sejam untuk memasak NAMUN dengan hanya empat menit lima puluh sembilan menit kita sudah bisa membeli makanan di KFC. Mana enak lagi. Memang dari segi ekonomis harganya juga tidak berat-berat amat.Tapi dari segi kesehatan dampaknya lebih luas dan mendalam. Berhubung gue bukan ahli gizi dan nutrisi gue akan skip dan next ke topik berikutnya.
Tidak perlu dijelaskan lagi bahwa KFC dan Pizza Hut itu enak. Nggak ada ceritanyanya makanan cepat saji nggak enak. Semua makanan cepat saji enak. Tapi masalahnya, kalau ditelan setiap hari bisa berdampak buruk bagi keuangan. Ya, kalo lhoanak pejabat atau bokap lho pemilik KFC-nya sih gak masalah. TAPI ada masalah lain yang timbul selain masalah keuangan. Tentunya memiliki tubuh yang maskulin untuk laki-laki dan tubuh yang ero untuk perempuan merupakan keinginan semua pihak. Sudah jadi rahasia umum kalau perempuan yang memiliki tubuh langsing dengan dada besar mirip artis JAV dan laki-laki bertubuh kekar tidak berlebihan menjadi nilai tambah setiap individu. Namun kalo lho terus mengkonsumsi makanan berlemak dalam hal ini paha ayam KFC setiap hari bukan lagi mimpi kalo besok-besoknya lho tumbuh menjadi OM-OM buncit dengan tampang lolicon atau TANTE-TANTE seperempat waras yang doyan kimpoi sama berondongan. Maka dari itu, jauhi makanan cepat saji yang merugikan tubuh dan mulai hidup sehat dengan rajin nonton orang balap lari karena lho terlalu malas untuk lari.
Pada dasarnya semua hal itu baik.Tapi semua hal baik yang dilakukan berlebihan berubah jadi tidak baik. Sudah terlalu banyak contoh yang lho-lho pade ketahui sampai gue sendiri sulit untuk menyebutkannya. TAPI DISINILAH KELEMAHAN ORANG INDONESIA. Justru karena terlalu banyak tahu mereka jadi malah seenaknya. Gue bukan mau bilang kalau orang Indonesia punya pola pikir aneh yang serba merugikan, bukan.. Gue cuman mau mengungkapkan secuil batu fakta yang biasanya gue lihat di lingkungan kehidupan internet gue. Selayaknya orang yang sedang browsing atas-bawah di YouTube pastinya saat tengah menonton sebuah video kita sering membaca komentar-komentar sedap dipandang mata karena membuat kita semua tertawa. Seperti pada video musik Awkarin. Hoho untuk pertama kalinya dalam hidup gue melihat dislikes yang lebih banyak ketimbang like-nya. Di dalam kolom komentar video ini gue menyadari begitu banyaknya komentar-komentar pedas yang menjatuhkan nama Awkarin. Niat bikin karya ujung-ujungnya malah ngancurin hidup.
Komentar-komentar pedas yang ada di kolom komentar video Awkarin hanyalah sebuah bukti kecil yang bisa gue kemukakan dalam artikel kali ini. Komentar pedas merupakan sesuatu yang normal dalam dunia internet. Mau tidak mau yang kena imbasnya juga bukan cuman yang bikin karya, anak dibawah umur yang penuh dosa pun juga tersapu habis. Inilah sebabnya gue mulai khawatir dengan pertumbuhan anak kecil di Indonesia. Pemuda adalah bunga bangsa. Di tangannya nasib bangsa dipertaruhkan. Itu masuk akal. Yang nggak masuk akal kenapa Zaskia Gotik yang mencoreng Pancasila dengan sebutan bebek nungging dijadikan Duta Pancasila? Ternyata Tuhan memang tidak adil.
Kembali ke topik, sebenarnya siapa yang salah dengan munculnya komentar-komentar pedas di internet? Apakah salah Awkarin yang bikin video saat mabok? Atau salah netizen yang kurang bisa menjaga jari-jarinya? Atau mungkin salah Zakia Gotik, ya, karena jadi Duta Pancasila-- TAPI intinya! Kita baru saja mencemari mata-mata anak kecil yang tahu banyak apa-apa.
Memang tidak ada cara jitu untuk menghindari kejadian seperti ini. Sama seperti prediksi TOGEL. Katanya kalo kita ngikutin nomor rantai motor pasti kita bakalan jitu. Tapi itu semua adalah fake. Sebagai pemuda Indonesia harusnya kita lebih sadar diri dalam berinternet.
Tapi memang ada caranya? Ya nggak ada lah!
Menyaring semua komen pedas di internet dan memilah-milah itu bak mencari jarum dalam bulu ketiak gorila. Oleh karenanya kita harus mikir setengah kali sebelum mengetik sebuah komen pedas di YouTube.
Tapi serius, masalah ini timbul melalui satu sumber yang sama. Westernisasi. Budaya barat memang keras. Banyak hikmahnya tapi lebih banyak lagi hal buruknya. Nyatanya Indonesia menerima dampak buruk yang jauh lebih dahsyat dibanding Negara manapun. Kita semua sudah terlalu terlena sampai-sampai kita tidak tahu lagi siapa pencipta lagu Bengawan Solo. Tentu saja gue ingat siapa penciptanya. Sudirja.
Terlepas dari itu semua budaya western yang sudah menggumpal dalam darah daging kita mulai sekarang harus diminimalisir. Lebih banyak lagi budaya Indonesia yang harus kita serap. Seperti kata iklan maspion jadul, "CINTAILAH PRODUK-PRODUK MASPION!"






0 komentar:
Posting Komentar