CERITA LUCU, SERTA KEJADIAN SEHARI-HARI SEPUTAR PEMUDAAN. TOLONG JANGAN TERLALU BERHARAP.

Selasa, 06 Juni 2017

MANTAN: MAHLUK ZAMAN PALEOLITIKUM YANG BELUM PUNAH

Rasanya seperti balik ke tahun 2013 dimana jokes soal mantan dan jones lagi booming-boomingnya. Berkat Raditya Dika jomblo yang sebelumnya sesuatu yang normal berubah jadi suatu fenomenal yang belum pernah dilihat manusia dari belahan dunia mana pun. Jomblo seakan memiliki kasta tersendiri dalam hubungan percintaan dan semua itu tidak berhenti sampai disitu. Jomblo mulai mendapat perlakuan kejam dari masyarakat Indonesia. Alasannya cuman satu kenapa jomblo sangat terasingkan. Ya, karena lo jomblo.


Tapi bicara soal jomblo seakan belum lengkap tanpa adanya topic mantan. Bak pizza tanpa nasi. Martabak tanpa nasi. Mi goreng tanpa nasi. Nasi tanpa nasi. Orang Indonesia memang kadang absurd tapi itulah kelebihannya. Lanjut mengenai mantan, ada saatnya dimana kita berhenti dan berpikir... Mantan? Apa itu? Orang-orang yang kena alzheimer musiman ini biasanya adalah kaum ADAM. Kata orang bijak, "Kalo tidak bisa, lupakan." sebenarnya pikiran semacam ini gak ada salahnya. Tapi kalo dibawa terlalu jauh bisa berbahaya karena sesungguhnya sebuah penyakit selalu membawa penyakit lainnya. Aish penyakit aja barengan masa lo sendiri. Sadis.

Jujur aja orang seperti gue gak terlalu ribet-ribet mikirin mantan. Tapi ada saat dimana kita sadar bahwa sebenarnya kita masih mengingat dan menginginkan mantan dan itu SANGAT-SANGAT mengganggu. Ada kalanya gue berpikir, apakah kalo mantan mati apakah dunia bisa jadi sedikit lebih baik? Apakah jika mayat mantan ditemukan seoarang kakek bernama Sudirja hidup gue akan terasa semakin membaik? Benar, bagaimana pun juga mantan adalah seorang manusia. Seorang gadis yang dilahirkan dari seorang Ibu berumah tangga. Jadi apa hak kita nyumpah-nyumpahin mantan? Bukan kita juga kok yang ngasih dia makan. Bukan kita yang bayarin uang komitenya. Sampai disitu akhirnya gue sadar, sebenarnya apa kaitannya mantan sama kita yang sekarang?

Setelah berpikir demikian gue jadi sadar kalau sebenarnya jurus Mantan Apa Itu ternyata lumayan hebat juga. Entah kenapa gue bisa jadi sedikit lebih relax saat memikirkannya. Tapi yang namanya mantan pasti akan selalu hinggap dikehidupan. Apalagi mantan cantik tajir yang sekarang punya cowok biasa-biasa aja kayak gue.

Sebut saja dia Kantong. Kantong dua tahun lebih tua dan kebetulan dia juga kakak kelas waktu di SMP dulu. Setelah putus dari dia gue pun mulai menjalani hubungan baru dengan Kresek. Dan setelah putus dengan Kresek gue melanjutkan hubungan dengan banyak jenis Kantong Kresek lainnya. Tapi diantara banyak hubungan gue dengan cewek, baru-baru ini gue kembali menjalin kontak dengan Kantong.

Hubungan gue dengan Kantong memang dari awal bukan didasari suka sama suka. Lebih mirip hubungan yang dipaksakan mengingat status gue yang saat itu adik kelas tamvan dan sudah jadi kewajiban agar mengiyakan seluruh permintaan senior. Hubungan yang hanya berjalan dua bulan itu berjalan cukup mulus sampai akhirnya dia mutusin gue tanpa alasan. Dia memperlakukan gue bak kantong kresek bekas pisang goreng. Oleh karena itu namanya sekarang Kresek. Karena dia suka makan pisang goreng.

Untuk ukuran anak kelas satu SMP rasanya berat juga diputusin tanpa alasan. Tapi gue gak mellow-mellow banget kaya di Drakor-drakor 2000-an awal. Putus ya putus. Gak ada ceritanya buat ngejar-ngejar lagi. Harga diri gue terlalu tinggi buat ngehubungin mantan yang sifatnya mirip manusia gua yang kebetulan suka makan pisang goreng.

Tapi apa bisa dikata. Pada akhir tahun 2016 dan status gue yang saat itu siswa kelas tiga SMA mendapat telpon dari Kantong. Setelah masa-masa tenang itu berhasil gue lewati, dengan gampangnya si Kantong datang lagi. Seperti yang udah-udah, mantan selalu dateng lewat pesan singkat dengan kalimat "Kamu apa kabar?". Kantong gak pernah tau, kalimat "Kamu apa kabar?" itu emang sederhana, tapi dampaknya maha dahsyat.

Gue yang awalnya ingin menaruh rasa penasaran tentang bagaimana dia dapet nomor handphone gue, tiba-tiba sadar. Gue tinggal di Ternate. Kota kecil dimana semua jalan aspal akan membawa lo ke pinggir pantai. Malah bego kelihatannya kalau gue bertanya dari mana dia dapet nomor gue.

Singkat cerita, setelah saling nanya kabar, gue dan Kantong ketemuan di salah kafe di mall. Sekalian reuni dan temu kangen. Jujur sebenernya perasaan gue ke dia udah bener-bener gak ada. Tapi setelah ketemu dia lagi, semua berubah. Aneh. Gue jadi gerogi banget. Saking geroginya, di tengah pembicaraan, gue sempet salah ngomong. "Udah lama ya kita gak ketemu. Mama kamu masih yang dulu?"

Shittt! Malu gue. Yakali mamanya udah ganti.

Tapi kemudian suasana canggung itu lama-lama mulai mencair. Gue dan dia jadi nyambung lagi. Ngobrol ngebahas cerita-cerita lama. Ngetawain hal-hal lucu saat pacaran dulu. Sampai akhirnya dia pun cerita tentang kehidupannya yang sekarang. Setelah putus dari gue dia juga bisa langsung move-on dan nyari pacar baru. Ya mungkin berhubung kita sama-sama gak suka-sukaan makanya jadi begitu. Dan sekarang dia udah punya cowok.

Dalam hati gue cuman satu waktu itu.. AN**NG VANGKE VAN**A* BA** KEDELAI!


KAMPRET

Ternyata dia ketemuan sama gue cuma karena iseng pengen tau gimana kabar gue. Dia gak tau, hal yang dia anggap cuma iseng itu lumayan bikin gue sesak napas. Kayak lagi berlari, kemudiam terjatuh. Pas udah berdiri dan berlari lagi, tiba-tiba ditekling Baletelli. Tapi yaudah lah.  Lagian kalo dipikir-pikir, yang salah gue juga. Harusnya gue gak perlu berharap banyak ketika dia nanya kabar. Harusnya gue tau, ketika mantan nanya kabar gak selalu berarti pengen balikan. Mungkin cuma silaturahmi dalam rangka menjalankan perintah agama.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Januari Tujuh

CERITA LUCU, SERTA KEJADIAN SEHARI-HARI SEPUTAR PEMUDAAN. TOLONG JANGAN TERLALU BERHARAP.

Top Kategori